Kudengar dia menyanyikan lagu pengantar tidur
Kudengar dia
Menyanyikannya dari dalam hatinya
Itu membuatku merasa akan mati
Karena lagu pengantar tidur itu milikku
Aku dengar
Dia menutup lagu itu dengan kecupan
Dengan lembut dia
Mengecup bibir cherry wanita itu
Sulit bagiku untuk percaya
Karena kecupan itu milikku
Bagaimana mungkin seorang malaikat mematahkan hatiku
Mengapa dia
Tak menangkapkan bagiku
Bintang yang jatuh
Ku berharap
Aku berharap tak separah ini
Mungkin tadinya aku berharap
Cinta kita terpisah
Aku dengar wajahnya seputih hujan
Lunak seperti mawar
Yang baru berkembang di bulan Mei
Dia menyimpan fotonya di sebuah bingkai
Dan saat tidur dia memanggil namanya
Aku bertanya-tanya
Apakah dia membuatnya tersenyum
Sebagaimana dulu
Kubuat ia tersenyum kepadaku
Kuberharap agar dia
Tak membuatnya tertawa
Karena tawanya adalah milikku
Jiwaku ini memati
Ia menangis
Aku mencoba mengerti
Mohon bantulah aku
Bagaimana mungkin
Seorang malaikat
Mematahkan hatiku
As Sweet As Coffe
karena tidak bisa menggunakan kamera, maka saya memilih menulis daripada memotret
Senin, 15 Oktober 2012
Karena Aku Anak Indonesia
Kalau sampai maut menjemputku
Takkan kubiarkan siapapun buang waktuku
Karena
Aku ingin buktikan pada Ibu
Aku tak lahir sia-sia
Tidak terlahir sebagai sampah
Bukan juga untuk pemanis dunia
Aku ingin tunjukkan pada garuda
Kan kubuat tanahku berjaya
Kan kubuat sang saka bangga
Takkan kubiarkan siapapun buang waktuku
Karena
Aku ingin buktikan pada Ibu
Aku tak lahir sia-sia
Tidak terlahir sebagai sampah
Bukan juga untuk pemanis dunia
Aku ingin tunjukkan pada garuda
Kan kubuat tanahku berjaya
Kan kubuat sang saka bangga
Kenapa dunia ini seperti drama
Dengan kita sebagai pemainnya
Bukan lagi Tuhan, tapi uang dalangnya
Eksekutif tersenyum begitu manisnya
Redaktur disogok tuk tutupi berita
Warga istana pun, santai dengan nikmatnya
Sementara disana
Saudaraku
Dibunuh kejamnya dunia
Bisakah bapak sejenak menengoknya
Dan rasakan betapa pedihnya
Dengan kita sebagai pemainnya
Bukan lagi Tuhan, tapi uang dalangnya
Eksekutif tersenyum begitu manisnya
Redaktur disogok tuk tutupi berita
Warga istana pun, santai dengan nikmatnya
Sementara disana
Saudaraku
Dibunuh kejamnya dunia
Bisakah bapak sejenak menengoknya
Dan rasakan betapa pedihnya
Just Memory
Biarkan aku pergi kesana
Tolong izinkan saja
Aku yang apa adanya
Tuk isi hampanya jiwa
Kutahu kau pernah terluka
Tapi biarlah kumasuki satu tempat di sudut hati
Mengulah indahnya memori
Semua takkan sanggup ku lupa
Karena kau
terlalu indah tuk jadi cerita
Tolong izinkan saja
Aku yang apa adanya
Tuk isi hampanya jiwa
Kutahu kau pernah terluka
Tapi biarlah kumasuki satu tempat di sudut hati
Mengulah indahnya memori
Semua takkan sanggup ku lupa
Karena kau
terlalu indah tuk jadi cerita
Cinta Pertama
Tersenyumlah dengan bahagia
Karena cinta ini masih ada
Diantara kau dan dia
Menangislah saat sadar akannya
Karena mungkin
Ku telah pergi dengan lain cinta
Yang takkan buat sayap ini patah
Namun ku kan kembali
Datang padamu, menyeka air mata
Kecup keningmu dibawah rajutan mega
Sampaikan padamu
Bisikkan dihatimu
Kau tetap cinta pertamaku
Karena cinta ini masih ada
Diantara kau dan dia
Menangislah saat sadar akannya
Karena mungkin
Ku telah pergi dengan lain cinta
Yang takkan buat sayap ini patah
Namun ku kan kembali
Datang padamu, menyeka air mata
Kecup keningmu dibawah rajutan mega
Sampaikan padamu
Bisikkan dihatimu
Kau tetap cinta pertamaku
Lemah
Indah sang dewi malam
Begitu anggun dirajut kemilau bintang
Elok keduanya percantik mega hitam
Hening sejenak bawaku terbang
Langkahkan kaki dengan tenaga tersisa
Tertatih dengan sayap yang patah
Merpatiku, tolonglah
Gantikan aku terbang kesana
Lukiskan sebuah kata indah
Aku mencintainya
Namun tak sanggup kuukir dihatinya
Rasanya kaki ini telah patah
Sayapku perlahan sobek terluka
Aku berhenti disini, rebah
Tersenyum bahagia
Dengan hati bersandiwara
Tanpamu, bagai raja siang tanpa cahaya
Gelap malam tanpa dewinya
Senja tanpa rona merah
Hampa, lemah
Bak merpati tanpa dua sayapnya
Begitu anggun dirajut kemilau bintang
Elok keduanya percantik mega hitam
Hening sejenak bawaku terbang
Langkahkan kaki dengan tenaga tersisa
Tertatih dengan sayap yang patah
Merpatiku, tolonglah
Gantikan aku terbang kesana
Lukiskan sebuah kata indah
Aku mencintainya
Namun tak sanggup kuukir dihatinya
Rasanya kaki ini telah patah
Sayapku perlahan sobek terluka
Aku berhenti disini, rebah
Tersenyum bahagia
Dengan hati bersandiwara
Tanpamu, bagai raja siang tanpa cahaya
Gelap malam tanpa dewinya
Senja tanpa rona merah
Hampa, lemah
Bak merpati tanpa dua sayapnya
Langganan:
Postingan (Atom)